Windows Server
Backup & Restore
Assalamu'alaikum wr.wb
Sebagai seorang yang memegang dan bertanggung jawab terhadap
server, pastilah kita mengenal istilah backup dan restore. Nah pada kali ini
ane ingin share cara melakukan backup dan restore di Windows Server. Proses ini
ditujukan agar pada saat server sedang kemasukan virus atau terdapat trouble,
kita dapat merestore dari file backup yang telah dibuat pada saat tertentu.
Proses backup ini bisa dilakukan secara otomatis teratur sehari sekali bila
anda tidak mau repot.
Pada postingan ini, saya akan melakukan backup terhadap
server dan file backup ini berada di shared folder, atau bisa juga pada nfs,
dengan tujuan apabila harddisk atau ssd terjadi bad sector, kita masih memiliki
backup pada harddisk yang lain. Atau anda bisa juga menempatkan file backup
anda di local drive D: anda :)
Pertama yang anda lakukan adalah menginstall features
Windows Server Backup, caranya adalah sebagai berikut:
1. Klik Manage -> Add Server Roles and Features
2. Pilih Role based or feature-based Installation karena
kita hanya akan menginstall pada satu server
3. Pilih Select a server from the server pool
4. Windows Server Backup tidak terdapat pada server roles,
namun termasuk dalam salah satu features, skip saja langkan ini dengan tidak
memilih apa apa
5. Scroll kebawah dan pilih Windows Server Backup, kemudian
klik next.
6. Klik Install jika anda sudah yakin mau install :)
Kedua adalah proses
untuk mengatur schedule backup otomatis
1. Buka Windows Server Backup dengan mengklik Tools pada
server manager kemudian klik Windows Server Backup
2. Ini adalah tampilan getting started, pada bagian ini
adalah menjelaskan apa yang akan dilakukan pada wizard ini, seperti yang saya
sudah jelaskan diatas.
3. Pilih Full Server untuk membackup seluruh server, atau
anda juga bisa membackup secara custom hanya beberapa file saja.
4. Bila anda ingin membackupnya sehari sekali, anda bisa
pilih option Once a day, dan apabila anda ingin membackup lebih dari sekali
dalam sehari, anda bisa memilih option kedua, dan tentukan pada pukul berapa
anda akan melakukan backup.
5. Pilih tujuan backup, sesuai penjelasan saya diatas,
disini saya akan melakukan backup pada shared network folder, atau folder yang
dibagikan dalam internet. Maka dalam tahap ini saya memilih option Backup to a
shared network folder
Kemudian akan muncul popup yang memperingati bahwa backup
yang paling baru akan mereplace backup yang sudah ada sebelumnya, jadi pada
folder tujuan backup hanya terdapat file backup server yang paling terbaru.
6. Atur kemana file backup akan ditempatkan, disini saya
mengatur lokasinya pada sharing \\172.16.11.99\share dan access controlnya
sebagai inherit, yaitu option ini membuat file backup dapat diakses terhadap
semua orang yang dapat mengakses sharing folder. Maka dari itu saya menganjurka
agar bila memilih option ini, anda membuatkan sharing khusus untuk server, agar
file backup sever tidak dapat diakses oleh orang lain, seperti nfs yang diatur
khusus untuk server anda.
Kemudian akan muncul popup yang meminta akun verifikasi
untuk melakuakn backup secara terjadwal.
7. Jika anda sudah yakin dan ingin melanjutkan, klik finish
8. Anda sudah mengatur backup secara terjadwal dan klik
close untuk menutup wizard
9. Silahkan anda buka windows windows server backup,
kemudian klik local backup untuk melihat status, dan action yang dapat
dilakukan oleh windows server backup terhadap server local.













0 komentar: