Kelas XII,
Asslamaualaikum wr.wb
Salam oprek apa kabar pembaca yang cuman buka terus cuma copy atau tutup . udah lama saya nggak ngepost yah itu sih udah pasti karena belum ada tugas sama karena 2 bulan kemaren libur panjang, hahaha. Kali ini saya akan membagi atau mungkin melaporkan hasil dari tugas yang di berikan guru saya, maaf apabila masih banyak yang salah karena saya juga masih belajar. Yah pokoknya di baca saja.
Yah topologi kali ini tidak berbeda jauh dengan yang sebelumnya kali ini kita hanya perlu menambahkan sebuah router dan pc lagi saja.
Perbedaan antar Point to Point dengan Point to Multipoint adalah banyaknya device ( Router / AP) yang terhubung dengan sang server ( AP-Bridge) serta seharusnya Point to Point hanya perlu menggunakan Ap bermode Bridge sedangkan Point to Multipoint menggunakan mode AP-Bridge.
Konfigurasi
Membuat Akses Point
1) Seperti sebelumnya, yang pertama kita konfigurasi adalah membuat AP-nya. Untuk membuat AP bisa disetting pada menu wireless. Jika sudah saat mengklik interface wlan1, ubah settingan mode menjadi ap bridge. Tujuan ap bridge ini adalah agar bisa terkonfig point to multi Point. Untuk band dan SSID terserah yang anda-anda inginkan. Tapi jang lupa untuk membuat Security Profile terlebih dahulu untuk auth client.
Ket : Mode AP pada sebuah router terdapat 2 jenis. Yaitu "bridge" yang fiturnya hanya point to point dan "ap bridge" yang dapat memuat multi point yang terkoneksi dengan router AP. Jika sudah dikonfigurasi, klik apply lalu ok.
Setting DHCP
Seperti yang bisa dilihat pada topologi kali ini agar tidak ribet saya akan menggunakan DHCP untuk AP-Client, lalu yang harus dijalankan adalah memberikan alamat dan jalan untuk sebuah jaringan. Alamat adalah address sedangkan jalan adalah networknya. Untuk settingan addressnya saya menggunakan 172.10.10.0/24 dan pastikan interfacenya adalah interface untuk pointing. Setelah itu setting DHCP Servernya agar mempermudah konfigurasi pada sisi router station.
Setting Station Wireless Di AP Station1 dan Station2
Konfigurasi di AP sudah selesai. Tinggal di bagian station saja yang akan melakukan pointing. Cara yang dilakukan pertama kali adalah setting stationnya terlebih dahulu. Konfigurasinya dijadikan mode station lalu scan wireless, dan cari nama ssid yang sudah di buat sebelumnya di router AP. Setelah itu klik connect. Kalau mau lihat di lab sebelumnya juga ada.
Station 2
2) Lalu kita jadikan interface wlan kita menjadi DHCP Client agar kita mendapatkan IP dari DHCP yang telah dibuat oleh sang server.
Lalu inilah Ip milik Station kita.
Station 1
Sama seperti station sebelumnya kita lakukan konfigurasi yang sama hanya ipnya saja ynag berbeda.
Konfigurasi Nat
Bila kita ingin membagikan internet ketiap AP maka yang perlu lakukan cuma melakukan konfigurasi NAT ( masqurade ) pada Server(AP-Bridge).
Verifikasi
Lalu untuk verifikasi sama seperti lab sebelumnya kita akan melakukan beberapa cara yaitu :
Untuk mengetes Interne kita bisa melakukannya dengan test ping google.com.
Point to Multipoint
Asslamaualaikum wr.wb
Salam oprek apa kabar pembaca yang cuman buka terus cuma copy atau tutup . udah lama saya nggak ngepost yah itu sih udah pasti karena belum ada tugas sama karena 2 bulan kemaren libur panjang, hahaha. Kali ini saya akan membagi atau mungkin melaporkan hasil dari tugas yang di berikan guru saya, maaf apabila masih banyak yang salah karena saya juga masih belajar. Yah pokoknya di baca saja.
Yah topologi kali ini tidak berbeda jauh dengan yang sebelumnya kali ini kita hanya perlu menambahkan sebuah router dan pc lagi saja.
Perbedaan antar Point to Point dengan Point to Multipoint adalah banyaknya device ( Router / AP) yang terhubung dengan sang server ( AP-Bridge) serta seharusnya Point to Point hanya perlu menggunakan Ap bermode Bridge sedangkan Point to Multipoint menggunakan mode AP-Bridge.
Konfigurasi
Membuat Akses Point
1) Seperti sebelumnya, yang pertama kita konfigurasi adalah membuat AP-nya. Untuk membuat AP bisa disetting pada menu wireless. Jika sudah saat mengklik interface wlan1, ubah settingan mode menjadi ap bridge. Tujuan ap bridge ini adalah agar bisa terkonfig point to multi Point. Untuk band dan SSID terserah yang anda-anda inginkan. Tapi jang lupa untuk membuat Security Profile terlebih dahulu untuk auth client.
Ket : Mode AP pada sebuah router terdapat 2 jenis. Yaitu "bridge" yang fiturnya hanya point to point dan "ap bridge" yang dapat memuat multi point yang terkoneksi dengan router AP. Jika sudah dikonfigurasi, klik apply lalu ok.
Setting DHCP
Seperti yang bisa dilihat pada topologi kali ini agar tidak ribet saya akan menggunakan DHCP untuk AP-Client, lalu yang harus dijalankan adalah memberikan alamat dan jalan untuk sebuah jaringan. Alamat adalah address sedangkan jalan adalah networknya. Untuk settingan addressnya saya menggunakan 172.10.10.0/24 dan pastikan interfacenya adalah interface untuk pointing. Setelah itu setting DHCP Servernya agar mempermudah konfigurasi pada sisi router station.
Setting Station Wireless Di AP Station1 dan Station2
Konfigurasi di AP sudah selesai. Tinggal di bagian station saja yang akan melakukan pointing. Cara yang dilakukan pertama kali adalah setting stationnya terlebih dahulu. Konfigurasinya dijadikan mode station lalu scan wireless, dan cari nama ssid yang sudah di buat sebelumnya di router AP. Setelah itu klik connect. Kalau mau lihat di lab sebelumnya juga ada.
Station 2
2) Lalu kita jadikan interface wlan kita menjadi DHCP Client agar kita mendapatkan IP dari DHCP yang telah dibuat oleh sang server.
Lalu inilah Ip milik Station kita.
Station 1
Sama seperti station sebelumnya kita lakukan konfigurasi yang sama hanya ipnya saja ynag berbeda.
Konfigurasi Nat
Bila kita ingin membagikan internet ketiap AP maka yang perlu lakukan cuma melakukan konfigurasi NAT ( masqurade ) pada Server(AP-Bridge).
Verifikasi
Lalu untuk verifikasi sama seperti lab sebelumnya kita akan melakukan beberapa cara yaitu :
Pertama kita lakukan test ping dari masing - masing PC dan Router
Lalu kita lakukan test menggunakan tool signal dan juga traffic untuk melihat kekuatan sinyal dan trafik dari bandwith atau pertukaran data yang terjadi anatar router.
Untuk mengetes Interne kita bisa melakukannya dengan test ping google.com.


































0 komentar: