Kelas XI,

15 Configurasi SCONFIG

22.57 G.M.A 0 Comments





Assalammualaikum wr wb pada post kali saya akan menjelaskan sedikit tentang 15 Configurasi yang bisa dilakukan menggunakan command SCONFIG. Postingan kali ini merupakan tugas dari guru saya untuk mata pelajaran Sistem Operasi Jaringan . Selain postingan ini ada juga postingan yang berhubungan dengan Win Server 2012 yaitu tentang Perbedaan Win Ser 2012 Edisi Standard dan Datacenter serta  Installasi GUI dengan Core   . Silahkan membaca dan menikmati hasil dari rasa takut di kejar deadline .


Pendahuluan

Windows Server 2012 R2 (sebelumnya Windows Server Blue) adalah nama sistem operasi untuk server dari perusahaan Microsoft yang dirilis pada tanggal 18 Oktober 2013, bersamaan dengan Windows 8.1. Sistem server ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yaitu Windows Server 2012 . Ada 4 edisi Windows Server yaitu Foundation, Essential, Standard, dan Datacenter sama seperti versi sebelumnya, Tapi pada Versi R2 ini hanya ada 2 edisi yaitu Standard dan Datacenter Fiturnya identik untuk variasi yang hanya berdasarkan lisensi ( terutama perizinan Instansi virtual) . Ada banyak perbedaan yang terdapat dari versi sebelumnya contohnya  Mengurangi ruang penyimpanan untuk file VHD dengan isi sangat mirip dengan menyimpan isi yang sama hanya sekali , UEFI-based virtual machines dan masih banyak lagi .







1. Konfigurasi Domain / Workgroup



 Pada konfigurasi pertama ini adalah pengaturan Domain dan Workgroup. Ktia dapat memilih untuk mengatur Workgroup atau Domain dengan memilih D / W. Lalu pada gambar di atas saya melakukan konfigurasi untuk Workgroup karena untuk mengkonfigurasi Domain kita harus mengkonfigurasi Active Directory terlebih dahulu . 


2. Konfigurasi Nama Komputer



 Pada Konfigurasi kali ini merupakan konfigurasi paling mudah yaitu mengganti nama komputer .
Ketika mengganti nama komputer kita harus merestart komputer agar konfigurasi itu berhasil.


Lalu untuk mengecek apa nama komputer kita terganti atau tidak cukup menggunankan perintah whoami.







3. Konfigurasi Menambah  Local Administrator / User



 Lalu yang ketiga adalah konfigurasi untuk menambah Local Administrator / User . Ketika membuat User kita harus menamainya lalu juga harus memberinya password.


4. Konfigurasi Remote Management


 

configure remote management digunakan untuk enable atau disable penggunaan dari remote management serta berfungsi untuk melakukan konfigurasi terhadap response server ketika di ping..

 

5. Konfigurasi Windows Update


 
Windows Update Settings digunakan untuk memilih pengaturan untuk update yaitu manual atau automatic .




6. Konfigurasi Download and Install Update



 Option ini digunakan untuk mengecek dan mengupdate Windows Server. Terdapat 3 pilihan yaitu  All update ( Semuanya atau Recommended ( Hanya yang paling penting ) dan NO untuk tidak mengupdate sama sekali .

7. Konfigurasi Remote Desktop




 Selanjutnya ada option Remote Desktop yang digunakan untuk mengatur Enable atau Disable serta level aunhentication untuk melakukan Remote pada Server menggunkan client.

8. Konfigurasi Network Settings




 Option kali ini merupakan salah satu option yang lumayan penting yaitu Network Settings . Hal pertama yang kita lakukan setelah memilih option ini yaitu adalah memilih Interface . Setelah itu kita bisa memilih untuk setting Address dan DNS .

9. Konfigurasi Date and Time


Pilihan ini digunakan untuk mengatur waktu dan tanggal pada Server .

10. Konfigurasi CEIP


 
Pilihan ini dipakai untuk menggunakan layanan dari Microsoft untuk membantu para admin server yang menggunakan server berOS windows. Dengan kita mengikuti Program ini, maka server kita akan mengirimkan update konfigurasi, status, dan lain-lain pada Microsoft untuk mengecek keadaan server tersebut .

11. Konfigurasi Windows Activation


Option kali ini berhubungan dengan Aktivasi Windows seperti Menunjukan info dari License, Activated Windows dan Install Product Key .

12. Log off User



Digunakan untuk mengunci atau Log Out dari  Server .


13. Restart Server


 
Option kali ini digunakan untuk merestart Server .




14. Shutdown Server


Option ini digunakan untuk Shutdown atau Power off Server .

15. Exit to Command Line


 Option kali ini digunakan untuk keluar atau kembali ke Command Line / CMD dari Server Configuration ( SCONFIG ) .





You Might Also Like

0 komentar: