Rancang Bangun

Backup Restore Mikrotik

09.15 G.M.A 0 Comments





Pada kali ini ane ingin share macam macam cara membackup dan merestore mikrotik. Pada lab ini, ane melakukan beberapa hal. Diantaranya adalah, melakukan backup dengan cara save, export, dan export compact. kemudian untuk merestore backupnya, disini saya melakukannya dengan import dan load. Oke langsung saja kita mulai
A. Backup dengan Save - Load
Metode ini adalah untuk melakukan backup secara keseluruhan konfigurasi yang ada di routerOS dan file tersebut dienkripsi dengan format .backup. Jadi kita tidak bisa melihat isi konfigurasi yang ada pada file tersebut. Dan hal ini membuat agar tidak sembarang orang mengetahui konfigurasi yang ada pada routerOS.

Melakukan backup dengan cara ini kita hanya dapat membackup semua konfigurasi yang ada pada routeros. Tidak pada konfigurasi tertentu seperti pada konfigurasi firewall aja atau pada simple queue saja.

Dengan metode ini, apabila kita merestorenya didalam router yang sudah ada konfigurasinya, maka otomatis router tersebut akan terhapus konfigurasi yang ada, dan digantikan konfigurasi seluruhnya sama persis dengan yang ada file .backup tersebut. Jadi hati hati untuk melakukan restore dengan file berformat .backup.

Metode backup dengan save - load ini menurut saya tidak dianjurkan untuk di restore pada device yang lain. Karena kalau udah menambahkan IP address, maka mac address pada device yang direstore akan sama dengan mac address device yang dilakukan backup. Jadi, untuk metode ini saya sarankan agar hanya dilakukan pada device yang sama, agar mac address device yang direstore tidak berubah.

1. Disini saya membuat konfigurasi IP address sebagai berikut dan membuat user. yang nantinya akan saya backup konfigurasi ini.




2. Perintah backup dengan format .backup yaitu system backup save name=namafile



3. Cek file backup anda pada file list



4. Untuk membuktikan apakah yang saya bilang diatas benar, maka disini saya menambahkan konfigurasi lainnya. Yaitu konfigurasi firewall nat dan konfigurasi ini tidak tersimpan didalam file .backup tadi


5. Copy file backup yang tadi dibuat ke pc anda dengan cara drag and drop. Kalau anda menggunakan linux, anda bisa menggunakan webfig atau ftp untuk mengambil file ini.



6. Untuk pengujiannya, disni saya mereset konfigurasi yang ada



7. Setelah reboot, maka saya melakukan restore dengan cara me-load file tersebut. system backup load name=namafile




8. Kemudian saya mengecek konfigurasi yang saya buat sebelumnya



Oke pada gambar diatas terlihat kalau IP address yang saya tambahkan berhasil di tambahkan kembali, dan konfigurasi firewall nat yang saya lakukan setelah melakukan backup, hilang. Hal ini terbukti bahwa merestore file .backup, akan menghapus konfigurasi yang ada pada routerOS sebelumnya.

B. Backup dengan Export - Import
Oke setelah itu, disini saya melakukan backup dengan cara mengekspor dan merestorenya dengan perintah import. Backup dengan metode export ini memungkinkan kita untuk mengubah konfigurasi yang ada pada file backup tersebut, dan dapat merestorenya pada router yang lain. Format file dari metode export ini adalah .rsc yang tidak dienkripsi, sehingga dapat dilihat konfigurasinya pada file tersebut dan dapat diubah juga.

Jadi dengan adanya export-import, seorang admin jaringan tidak harus cape cape mengkonfigurasi banyak router. Cukup mengkonfigurasi satu router saja, kemudian dibackup dengan metode export. Kemudian mengubah konfigurasi yang ada pada file .rsc tersebut sesuai IP router yang lainnya.

Berbeda dengan metode save - load, dengan metode ini ketika kita merestore pada router yang sudah ada konfigurasinya, konfigurasi yang ada tidak terhapus, melainkan akan ditambahkan dengan konfigurasi yang direstore.

Dengan backup menggunakan cara ini, kita dapat membackup hanya pada service tertentu. Misal pada simple queue saja. Selain itu, kita juga dapat membackup secara keseluruhan.

1. Buat konfigurasi terlebih dahulu. Disini saya membuat ip pada sebuah interface dan membuat sebuah user



2. Untuk membackup pada ip address saja, atau suatu service saja, kita menggunakan perintah export. Intinya kalau ada option export pada suatu baris perintah, maka itu digunakan untuk membackup. Misalnya disini untuk membackup ip address saja caranya adalah sebagai berikut.


    ip address export name=ip



 3. Cek file backup tersebut pada file list, kemudian save ke komputer anda.



4. Untuk pengujian backup diatas dan membuktikan penjelasan saya diatas, disini saya akan menghapus ip address yang ada sebelumnya, kemudian saya membuat ip 202.108.5.11/24 , apakah ip tersebut otomatis terhapus atau tidak.


5. Untuk Merestorenya dengan cara mengetikkan perintah import file-name=namafile



6. Kemudian lihat ip addressnya,



Nah pada tahap ini kita dapat melihat kalau backup dengan cara ini tidak menghapus konfigurasi yang ada.

7. Untuk menerapkan file ini pada router yang lain, disini saya mencoba untuk merestorenya pada router yang lain, kemudian file .rsc ini saya ubah ip addressnya untuk router saya yang lain dengan ip 202.108.5.211/24


8. Masukkan file tersebut kedalam file list, dengan cara di drag and drop atau lewat ftp



9. Oke pada router ini saya memiliki ip 202.108.5.90 sebelumnya


10. Lakukan restore dengan perintah import file-name=namafile lalu cek konfigurasinya



Oke terlihat pada gambar diatas, ip yang saya tambahkan lewat file backup berhasil dilakukan.

11.  Untuk membackup keseluruhan konfigurasi yang ada, caranya dengan mengetikkan langsung export file-name=namafile dan disini saya menambahkan user. apakah user tersebut dapat dibackup dengan perintah export atau tidak

export file=all

12. Kemudian drag ke PC anda



13. Nah silahkan lihat file tersebut dengan text editor.


Lalu saya coba restore kembali, dan hasilnya ip berhasil ditambahkan, sedangkan user tidak bertambah


14. Selanjutnya adalah backup dengan menggunakan option compact

Fitur compact ini terdapat apabila kita membackup dengan cara export. Pada lab ini, kita harus menggunakan routeros versi diatas versi 5.12 dan dibawah 6 karena pada routeros versi 6 keatas, option compact ini sudah otomatis digunakan.

Option compact ini berguna untuk membackup konfigurasi yang telah dilakukan secara manual, bukan secara default sudah ada pada routeros. Jadi pada routerOS versi dibawah 6, kalau membackup dengan cara export dengan tidak disertai option compact, maka routeros akan membackup semua konfigurasi yang ditambahkan secara manual dan secara default sudah ada. Kalau disertai dengan option compact, maka routeros hanya akan membackup konfigurasi yang ditambahkan sendiri oleh seorang admin'.

15. Untuk pengujiannya, disini saya membuat ip address untuk sebuah interface dan kemudian nantinya akan dibackup.


16. Kalau anda melakukan ini pada routerOS versi 6 keatas tidak ada bedanya, tapi kalau pada versi 6 kebawah terlihat bedanya. Disini saya mencoba untuk membackup service ip tanpa option compact. Maka akan terlihat baris yang panjang yang merupakan konfigurasi yang akan dibackup.



Pada gambar diatas, router akan membackup semua konfigurasi yang sudah ada secara default dan yang sudah ditambahkan secara manual pada service ip. Hal ini tentu saja akan memakan resource lebih banyak, dibandingkan kalau kita hanya membackup yang kita konfigurasi sendiri saja.

16. Nah untuk membackup hanya konfigurasi yang kita tambahkan saja adalah dengan cara menambahkan option compact setelah perintah export



17. Untuk lebih jelasnya seperti ini ip export compact file=compact


18. Kemudian kita uji dengan menghapus ip yang ada, kemudian merestore kembali backup yang tadi


Oke berhasil, ip yang telah dibackup berhasil direstore.
Conclution
Setelah kita melakukan backup restore dengan kedua metode diatas, saya pribadi menyimpulkan ada beberapa perbedaan antara backup dengan save - load dan export - import

1. Kalau dengan save - load kita hanya dapat membackup keseluruhan konfigurasi, sedangkan export - import dapat melakukan backup konfigurasi pada suatu service tertentu atau keseluruhan konfigurasi.
2. Dengan metode save - load, pada saat kita merestore backup, router memerlukan reboot, kalau export-import tidak.
3. Save - Load akan menimpa semua konfigurasi yang ada, sedangkan dengan metode export - import, dia akan menambahkan konfigurasi yang ada pada file backup tersebut tanpa menghapus konfigurasi yang ada.
4. File pada backup dengan Export - Import dapat dibaca dan diubah sesuai keinginan kita, sedangkan save - load tidak dapat dibaca isi filenya dan tidak dapat pula diubah.
5. Ekstensi file backup dengan Export - import yaitu .rsc, sedangkan backup dengan save - load ekstensinya .backup.
6. Dengan metode export - import, kita dapat merestore pada setiap konfigurasi, tanpa mengubah identitas hardware itu, kalau dengan save - load, dia akan mengganti juga identitas hardware perangkan yang direstore, misalnya mac address sesuai yang ada pada file backupnya.
7. Kita tidak bisa membackup user kalau dengan metode export - import, sedangkan kalau dengan metode save - load bisa.

Sekian Semoga Bermanfaat

0 komentar:

Windows Server

Backup & Restore

08.55 G.M.A 0 Comments




Assalamu'alaikum wr.wb



Sebagai seorang yang memegang dan bertanggung jawab terhadap server, pastilah kita mengenal istilah backup dan restore. Nah pada kali ini ane ingin share cara melakukan backup dan restore di Windows Server. Proses ini ditujukan agar pada saat server sedang kemasukan virus atau terdapat trouble, kita dapat merestore dari file backup yang telah dibuat pada saat tertentu. Proses backup ini bisa dilakukan secara otomatis teratur sehari sekali bila anda tidak mau repot.
Pada postingan ini, saya akan melakukan backup terhadap server dan file backup ini berada di shared folder, atau bisa juga pada nfs, dengan tujuan apabila harddisk atau ssd terjadi bad sector, kita masih memiliki backup pada harddisk yang lain. Atau anda bisa juga menempatkan file backup anda di local drive D: anda :)

Pertama yang anda lakukan adalah menginstall features Windows Server Backup, caranya adalah sebagai berikut:

1. Klik Manage -> Add Server Roles and Features 

2. Pilih Role based or feature-based Installation karena kita hanya akan menginstall pada satu server


3. Pilih Select a server from the server pool

4. Windows Server Backup tidak terdapat pada server roles, namun termasuk dalam salah satu features, skip saja langkan ini dengan tidak memilih apa apa



5. Scroll kebawah dan pilih Windows Server Backup, kemudian klik next.


6. Klik Install jika anda sudah yakin mau install :)


 Kedua adalah proses untuk mengatur schedule backup otomatis


1. Buka Windows Server Backup dengan mengklik Tools pada server manager kemudian klik Windows Server Backup



2. Ini adalah tampilan getting started, pada bagian ini adalah menjelaskan apa yang akan dilakukan pada wizard ini, seperti yang saya sudah jelaskan diatas.



3. Pilih Full Server untuk membackup seluruh server, atau anda juga bisa membackup secara custom hanya beberapa file saja.



4. Bila anda ingin membackupnya sehari sekali, anda bisa pilih option Once a day, dan apabila anda ingin membackup lebih dari sekali dalam sehari, anda bisa memilih option kedua, dan tentukan pada pukul berapa anda akan melakukan backup.


5. Pilih tujuan backup, sesuai penjelasan saya diatas, disini saya akan melakukan backup pada shared network folder, atau folder yang dibagikan dalam internet. Maka dalam tahap ini saya memilih option Backup to a shared network folder


Kemudian akan muncul popup yang memperingati bahwa backup yang paling baru akan mereplace backup yang sudah ada sebelumnya, jadi pada folder tujuan backup hanya terdapat file backup server yang paling terbaru.


6. Atur kemana file backup akan ditempatkan, disini saya mengatur lokasinya pada sharing \\172.16.11.99\share dan access controlnya sebagai inherit, yaitu option ini membuat file backup dapat diakses terhadap semua orang yang dapat mengakses sharing folder. Maka dari itu saya menganjurka agar bila memilih option ini, anda membuatkan sharing khusus untuk server, agar file backup sever tidak dapat diakses oleh orang lain, seperti nfs yang diatur khusus untuk server anda.


Kemudian akan muncul popup yang meminta akun verifikasi untuk melakuakn backup secara terjadwal.



7. Jika anda sudah yakin dan ingin melanjutkan, klik finish



8. Anda sudah mengatur backup secara terjadwal dan klik close untuk menutup wizard



9. Silahkan anda buka windows windows server backup, kemudian klik local backup untuk melihat status, dan action yang dapat dilakukan oleh windows server backup terhadap server local.


0 komentar:

Windows Server

Konfigurasi Mail Server Windows Server 2012

07.03 G.M.A 0 Comments




Assalamu'alaikum, kali ini saya akan menjelaskan tentang cara menginstall dan mengkonfigurasi Mail Server pada Windows 2012.

Pengertian


Mail server adalah server yang memungkinkan pengguna (user) untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik  atau e-mail satu sama lain dalam satu jaringan atau dengan internet. Layanan mail server menggunakan arsitektur client-server, yang artinya ada aplikasi yang digunakan client untuk mengakses server email. Protocol yang umum digunakan adalah protocol SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), POP3 (Post Office Protocol v3) dan IMAP. SMTP digunakan sebagai setandar untuk menampung data mendistribusikan email. Sedangkan POP3 dan IMAP digunakan agar user dapat mengambil dan membaca email secara remote.


Web Mail Server adalah sarana yang memungkinkan pengguna (user) untuk dapat mengakses e-mail melalui web browser. Dalam kata lain web mail server adalah sebuah e-mail yang berada di dalam web sehingga jika membuka e-mail tersebut kita harus membuka web terlebih dahulu dengan koneksi internet.


Perlengkapan


  • Aplikasi Wampserver
  • Aplikasi hMailServer
  • File libmysql.dll 32bit
  • Aplikasi pscan24
  • Aplikasi Thunderbird
  • Paket Squirrelmail
okee untuk mempersingkat waktu kita mulai saja konfigurasinya..

Instalasi

1. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menginstall beberapa fitur yang dibutuhkan untuk membuat mail server


2. Pastikan anda sudah menginstall DNS Server dan Web Server (IIS). Jika anda belum menginstall fitur tersebut, maka lakukan installasi terlebih dahulu


3. Pastikan juga semua fitur yang terdapat pada web servernya kita install semua


4. Tambahkan juga fitur Telnet Client


5. Lakukan installasi Fitur yang telah ditambahkan





6. Sekarang kita buat domain untuk mail servernya. Buka Server Manager kemudian klik Tools > DNS, kemudian tambahkan host baru untuk domain mail servernya


7. Coba lakukan ping ke domain mail servernya. Pastikan saat melakukan ping, anda berhasil mendapatkan reply atau balasan


Installasi NET Framework

Sekarang kita akan melakukan installasi NET Framework. Akan tetapi sebelum menginstall NET Framework, anda harus memasukkan CD Windows Server terlebih dahulu. Setelah itu barulah NET Framework dapat diinstall. Pada kali ini saya akan melakukan installasi NET Framework pada command prompt. Buka Command Prompt (Run As Admininstrator) kemudian ketikkan command berikut. Kemudian tunggu sampai installasi NET Framework selesai




Installasi Wampserver

1. Buka aplikasi Wampserver yang telah anda download, kemudian pilih i accept the agreement lalu klik Next


2. Pada step ini hanya berisi pemberitahuan saja mengenai intallasi Wampserver, klik Next untuk melanjutkan


3. Pilih lokasi direktori yang akan digunakan sebagai tempat installasi Wampserver, setelah itu klik Next


4. Disini kita hanya diminta memilih start menu folder, lewati langkah ini dengan mengklik Next saja


5. Kemudian lakukan installasi Wampserver dengan mengklik tombol Install


6. Saat penginstallan akan muncul jendela yang berisi pertanyaan Do you want to choose another Browser installed on your system? pilih No


7. Kemudian muncul jendela lagi yang berisi pertanyaan Do you want to choose another text editor installed on your system? pilih No


8. Maka akan muncul jendela error seperti gambar dibawah. Abaikan saja hal tersebut dengan mengklik tombol OK


9. Pada step ini hanya berisi informasi mengenai Wampserver, klik Next untuk melanjutkan


10. Installasi Wampserver selesai, klik Finish


Installasi HmailServer

1. Buka aplikasi hMailServer yang telah anda download. Kemudian akan muncul jendela installasi, klik Next



2. Pilih i accept the agreement kemudian klik Next


3. Pilih lokasi folder yang akan digunakan sebagai tempat menyimpan installasi hMailServer kemudian klik Next


4. Disini kita pilih Full Installation dengan mencentang semua komponen berikut, kemudian klik Next


5. Disini kita akan memilih tipe database server. Pilih Use external database engine, kemudian klik Nex


6. Disini kita hanya diminta memilih start menu folder, lewati saja step ini dengan mengklik Next


7. Pada step ini kita akan diminta untuk memberikan password untuk hMailServer nya. Hal ini berguna untuk keamanan atau security. Berikan password sesuai dengan keinginan anda, kemudian klik Next


8. Pada step ini kita akan memulai installasi hMailServer. Klik Install untuk memulai installasi hMailServer


9. Pada saat installasi anda akan diminta memasukkan password hMailServer. Masukkan password hMailServer, kemudian klik OK


10. Disini kita akan membuat database servernya. Tetapi pada step ini kita klik Next saja


11. Buat database baru dengan memilih Create a new hMailServer database, kemudian klik Next


12. Untuk tipe database servernya kita pilih Mysql kemudian klik Next


13. Disini kita akan mengisi informasi mengenai koneksi server. Pada database server address isikan ip address server atau bisa juga diisikan ip 127.0.0.1 kemudian untuk portnya biarkan saja default yaitu 3306. Pada database name isikan nama databasenya yaitu hmailserverdb. Untuk authentication isikan usernamenya saja yaitu root. Setelah semua sudah di isi, klik Next


14. Pada step ini kita akan memilih service dependency. Pilih wampmysqld64, kemudian klik Next


15. Lewati saja step ini dengan mengklik Next


16. Pada step ini saat kita mengklik Next, maka akan muncul error seperti gambar dibawah. Hal tersebut dikarenakan hMailServer tidak mempunyai file libmysql.dll


17. Maka kita copykan file libmysql.dll pada direktori C:/Program Files (x86)/hMailServer/Bin


18. Kemudian kita klik Next lagi, maka akan berhasil. Sampai disini pembuatan hMailServer Database telah selesai, klik Close.







Konfigurasi hMailServer

1. Sekarang kita lakukan konfigurasi hMailServernya, terlebih dahulu jalankan aplikasi hMailServer Administrator kemudian klik Connect


2. Kemudian anda akan diminta memasukkan password hMailServernya. Masukkan password hMailServernya kemudian klik OK


3. Disini kita akan menambahkan domain yang kita gunakan. Untuk menambahkan domain, klik Add domain.




4. Masukkan nama domain anda kemudian klik Save



5. Domain anda telah ditambahkan kemudian masuk pada bagian Accounts. Disini kita akan menambahkan user baru yang digunakan untuk menggunakan layanan mail server, untuk membuat user baru klik Add


6. Disini saya membuat user dengan nama ghifar dan saya juga memberi password untuk usernya. Setelah selesai klik Save untuk membuat user te




7. Maka user ghifar akan terbuat. Kita tambahkan user baru lagi dengan mengklik Add



8. Disini saya membuat user baru lagi dengan nama client dan saya juga memberi password untuk user tersebut. Setelah selesai klik Save untuk membuat user tersebut


9. Sekarang kita telah memiliki dua user yang berbeda, yaitu user dengan nama ghifar dan user dengan nama client


10. Masuk pada bagian Settings > Protocols > SMTP. Kemudian klik tab Delivery of e-mail. Localhost name isikan nama server anda. Untuk Remote hostname isikan domain mail servernya. Kemudian centang Server requires authentication, isikan username dan password untuk server authentication.


11. Pindah ke tab RFC compliance kemudian centang Allow plain text authentication lalu klik Save


12. Masuk ke bagian Advanced > Auto-ban kemudian hilangkan centang pada enable lalu klik Save


13. Masuk ke bagian Advanced > IP Ranges > My computer kemudian centang seperti gambar dibawah lalu klik Save


14. Masuk ke bagian Utilities > MX-query kemudian masukkan domain mail servernya lalu klik Resolve


15. Saat ada mengklik Resolve maka akan muncul ip address server anda. Hal tersebut menandakan penambahan email address untuk mail server telah berhasil


Verifikasi MailServer menggunakan Telnet

1. Sekarang kita coba melakukan pengiriman email menggunakan telnet. Buka PowerShell atau Command Prompt (Run As Administrator) kemudian nyalakan telnet dengan mengetikkan command berikut
Kemudian lakukan akses telnet ke mail server nya menggunakan port 25 dengan mengetikkan command berikut

2. Disini saya akan mencoba mengirim pesan dari ghifar@ghifar.net ke client@ghifar.net. Untuk mengirimnya ketikkan command berikut

Catatan : Pesan diakhiri dengan tanda titik(.) dan untuk keluar ketikkan quit
3. Untuk membaca pesannya lakukan akses telnet menggunakan port 110





Kemudian ketikkan lakukan login user yang menerima email dengan mengetikkan command berikut, maka akan terdapat pesan yang dikirim oleh ghifar@ghifar.net




Installasi Thunderbird

1. Buka aplikasi Thunderbird yang anda download, kemudian lakukan installasi. Pada step ini hanya berisi informasi mengenai installasi, klik Next saja



2. Pilih tipe installasi Thunderbird, pada step ini kita pilih tipe Standard, kemudian klik Next


3. Pada step ini berisi ringkasan mengenai lokasi tempat penyimpanan installasi Thunderbird. Klik Install untuk melanjutkan installasi


4. Installasi Thunderbird selesai, klik Finish




Konfigurasi Thunderbird

1. Buka aplikasi Thunderbird, maka akan muncul tampilan welcome seperti gambar dibawah. Disini kita akan menambahkan akun untuk user. Karena kita sudah mempunyai akun user, maka kita klik tombol Skip this and use my existing email




2. Masukkan username dan password untuk akun usernya. Disini saya memasukkan akun user ghifar beserta email address dan passwordnya. Setelah semua data dimasukkan, klik Continue



3. Ikuti saja proses pembuatan akunnya sampai selesai
4. Sekarang kita tambahkan lagi untuk akun user yang kedua, yaitu akun user dengan nama kholid. Caranya klik Options > Account Settings



5. Klik Account Actions > Add Mail Account


6. Masukkan username dan password untuk akun usernya. Disini saya memasukkan akun user clientbeserta email addressnya dan passwordnya. Setelah semua data dimasukkan, klik Continue


 7. Dan akun user dengan nama kholid telah ditambahkan dalam thunderbird. Sekarang kita sudah menambahkan dua akun yang berbeda di thunderbird


8. Untuk mengirim email, kita bisa melakukannya dengan cara Klik Write > Message




Installasi dan Konfigurasi Squirrelmail

1. Copykan paket squirrelmail yang telah anda download ke partisi C:/

2. Masuk ke direktori C:/squirrelmail-webmail/config. Disana terdapat file dengan nama config_default.php. Rename file tersebut menjadi config.php


3. Kemudian buka file config.php tersebut menggunakan notepad++ (kalau notepad biasa tulisannya berantakan). Lakukan beberapa perubahan pada scriptnya.
Cari script $org_name = “SquirrelMail”; kemudian ubah SquirrelMail menjadi nama anda atau terserah anda diubah menjadi apa saja


Cari script $domain = ‘example.com’; kemudian ubah example.com menjadi nama domain anda


Cari script $smtpServerAddress = ‘localhost’; kemudian ubah localhost menjadi ip address server anda


Cari script $imapServerAddress = ‘localhost’; kemudian ubah localhost menjadi ip address server anda


4. Buat folder baru dengan nama Squirrelmail pada partisi C:/


5. Kemudian masuk ke folder tersebut lalu buat folder baru lagi dengan nama Attachment dan Data

6. Lakukan editing kembali pada file config.php
Cari script $data_dir = ‘/var/local/squirrelmail/data/’; kemudian ubah /var/local/squirrelmail/data/ menjadi C:\Squirrelmail\Data



Cari script $attachment_dir = ‘/var/local/squirremail/attach/’; kemudian ubah /var/local/squirremail/attach/ menjadi C:\Squirrelmail\Attachment


7. Sekarang copykan folder Squirrelmail-webmail kedalam direktori C:/xampp/htdocs. Rename folder tersebut menjadi squirrelmail. Pastikan didalam folder squirrelmail tersebut terdapat file config.php yang telah anda konfigurasi


8. Install aplikasi XAMPP kemudian ubah port Apache dan MySQL nya, lalu jalankan Apache dan MySQL nya


9. Kemudian akses phpMyAdmin menggunakan web browser. Ketikkan localhost:port/phpmyadmin. Lalu buat database baru, klik Databases >> untuk nama databasenya isikan squirrelmail > Create




10. Sekarang akses squirrelmailnya dengan mengetikkan localhost:port/squirrelmail/src/login.php Maka akan muncul tampilan login squirrelmail. Lakukan login menggunakan salah satu akun user anda


11. Maka anda akan memasuki tampilan dashboard dari squirrelmail


12. Untuk mengirim email, kita bisa menggunakan menu Compose pada squirrelmail ini, kemudian isikan mail to, subject dan pesan yang akan dikirim


Sekian dari saya, mohon maaf apabila banyak salah, akhir kata . . .

0 komentar: