Administrasi Server
Assalamualaikum wr.wb
Kali saya akan menshare sedikit cara mengkonfigurasi Web Server. Untuk konfigurasi Web Server ada 2 aplikasi yang bisa digunakan yaitu Apache dan Nginx. tapi kli ini yang saya akan gunakan adalah Apache karena merupakan tugas dari guru saya, yah mungkin untuk pembahasan tentang ngix bisa kita bahas di lab yang akan datang.
Untuk Web Server kali ini saya akan membuatnya agar dapat bisa di akses menggunakan link / domain milik saya, untuk itu Server kita harus sudah mempunyai atau memiliki domainnya sendiri.
1.Install httpd menggunakan perintah yum install terhadap nama paket.
2. Lalu kita lakukan pengeditan pada file httpd.conf . Hal yang pertama kali kita ubah adalah ServerAdmin, di sini kita menambahkan email miliki kita. Hal ini dilakukan agar bila ada problem pada server kita maka akan ada notifikasi yang dikirim ke email kita.

7. Setelah itu jalankan dan enable service dari httpd agar konfigurasi yang telah kita buat dapat berjalan dan akan ikut menyala ketika server dihidupkan.
8. Kalau kita coba akses apachenya maka akan ada tampilan seperti dibawah hal ini di karenakan kita belum membuat file untuk web kita jadi httpd menampilkan default page miliknya.
Lalu mari kita coba buat file index.html, yang berada di /var/www/html .
Dan maka hasilnya seperti digambar.

Lab 8.1 Web Server with Apache
Assalamualaikum wr.wb
Kali saya akan menshare sedikit cara mengkonfigurasi Web Server. Untuk konfigurasi Web Server ada 2 aplikasi yang bisa digunakan yaitu Apache dan Nginx. tapi kli ini yang saya akan gunakan adalah Apache karena merupakan tugas dari guru saya, yah mungkin untuk pembahasan tentang ngix bisa kita bahas di lab yang akan datang.
Untuk Web Server kali ini saya akan membuatnya agar dapat bisa di akses menggunakan link / domain milik saya, untuk itu Server kita harus sudah mempunyai atau memiliki domainnya sendiri.
1.Install httpd menggunakan perintah yum install terhadap nama paket.
2. Lalu kita lakukan pengeditan pada file httpd.conf . Hal yang pertama kali kita ubah adalah ServerAdmin, di sini kita menambahkan email miliki kita. Hal ini dilakukan agar bila ada problem pada server kita maka akan ada notifikasi yang dikirim ke email kita.
3.Setelah Instalasi httpd selesai sebenarnya web sudah bisa di akses menggunakan IP address dan port 80, tapi seperti yang sudah di bilang kali ini kita akan menggunakan domain oleh karena itu kita menambahkan domain beserta port yang akan kita gunakan untuk mengakses web milik kiHal ini dilakukan untuk mengidentifikasi domain dan port yang diguankan client untuk mengakses webserver. Pada tahap ini sebenarnya bisa ditentukan otomati oleh httpd itu sendiri. Namun direkomendasikan untuk mengidentifikasinya secara jelas untuk mencegah masalah pada saat webserver dijalankan. Bila belum mempunyai domain, bisa untuk menambahkan IP server disini untuk menggantikan domain.
4. Pada <Directory "var/www"> ubah setting yang ada pada AllowOverride menjadi All. Untuk mengakses setiap file dalam direktori, apache membaca file akseess yang telah ditentukan sebelumnya. File akses tersebut terdapat dalam tiap direktori dan Option AllowOverride mengesampingkan hal itu.
5. Lalu selanjutnya kita tambahkan DirectoryIndex untuk extension cgi dan php. Fungsinya agar format yang telah ditambahkan bisa di akses oleh apache. Setelah selesai keluar lalu save file tersebut.
6. Selanjutnya kita add service dari http ke dalam firewall-cmd agar service tersebut dapat digunakan dan terdaftar. setelah itu reload firewallnya.

7. Setelah itu jalankan dan enable service dari httpd agar konfigurasi yang telah kita buat dapat berjalan dan akan ikut menyala ketika server dihidupkan.
8. Kalau kita coba akses apachenya maka akan ada tampilan seperti dibawah hal ini di karenakan kita belum membuat file untuk web kita jadi httpd menampilkan default page miliknya.
Lalu mari kita coba buat file index.html, yang berada di /var/www/html .
Dan maka hasilnya seperti digambar.











0 komentar: